Tatkala kau kekasihku, ku tetap cinta.
Kau remas hatiku
sampai kisahnya adalah goresan luka, ku tetap cinta.
Kau hisap darahku
hingga lemas tak berdaya, ku tetap cinta.
Kau kuras hartaku,
sampai kini aku miskin harta, ku tetap cinta.
Tapi di saat kau telah memanfaatkan hidupku, kau hati tega,
meninggalkan tubuh dan jiwaku di saat ku dalam terluka,
dan ku hanya kecewa membara.
Kini kucinta hanya penyesalan.
Rasa sesal kini hanya pisau
yang terus lukai di saat kuingat kau.
Tapi ku tetap mengingat
sehingga hari-hariku hanya hati lara karena kau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar